Hosti Kudus Ekaristi yang Bertahan Tetap Segar Selama 3 Abad

Di jantung kota tua Siena, Italia, tersimpan salah satu mukjizat Ekaristi paling unik dalam sejarah Gereja Katolik. Tidak seperti Mukjizat Lanciano, Bolsena, atau Sokółka yang dikenal karena perubahan hosti menjadi daging dan darah, Mukjizat Siena berbicara melalui cara yang berbeda.
Di sini, mukjizatnya bukan perubahan rupa.
Mukjizatnya adalah ketidakrusakan (incorruptibility).

Ratusan Hosti Kudus yang telah dikonsekrasi tetap utuh selama hampir tiga abad, meskipun secara alami seharusnya telah hancur menjadi debu sejak lama. Hingga hari ini, Hosti-Hosti tersebut masih disimpan dan dihormati di Basilika Santo Fransiskus di Siena sebagai saksi bisu akan misteri Ekaristi.
Malam Pencurian
Malam itu adalah 14 Agustus 1730, Vigili / Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga.
Seluruh kota Siena sedang larut dalam perayaan liturgi. Imam, biarawan, dan umat berkumpul di berbagai gereja untuk mengikuti ibadat Vigili. Kesempatan inilah yang dimanfaatkan oleh pelaku pencurian.
Saat Gereja Santo Fransiskus hampir kosong, seseorang membobol tabernakel dan membawa kabur sibori berisi 351 Hosti Kudus yang telah dikonsekrasi. Sasaran utamanya tampaknya bukan Hosti Kudus, melainkan sibori logam berharganya. Keesokan pagi, ketika imam hendak merayakan Misa Kudus, tabernakel ditemukan telah kosong. Tidak lama kemudian, tutup sibori ditemukan tergeletak di sebuah jalan di kota Siena. Berita penodaan terhadap Sakramen Mahakudus segera menyebar dan mengguncang seluruh kota. Perayaan pesta Maria dihentikan. Uskup Agung Alessandro Zondadari memerintahkan doa dan adorasi sebagai tindakan silih, sementara pemerintah kota memulai pencarian besar-besaran terhadap pelaku maupun Hosti Kudus yang hilang.
Penemuan yang Tak Terduga

Tiga hari kemudian, pada 17 Agustus 1730, jawaban atas doa-doa umat datang secara tak terduga.
Di Gereja Santa Maria di Provenzano, seorang imam melihat sesuatu yang berwarna putih menyembul dari sebuah kotak derma. Setelah diperiksa, ternyata benda itu adalah Hosti Kudus.
Ketika kotak dibuka di hadapan para imam dan wakil uskup agung, ditemukan ratusan Hosti Kudus bercampur dengan debu, uang persembahan, bahkan sebagian masih melekat pada sarang laba-laba.
Melalui pemeriksaan yang teliti, ukuran dan cap pada Hosti dibandingkan dengan hosti yang digunakan di Gereja Santo Fransiskus. Hasilnya menunjukkan bahwa Hosti tersebut benar-benar berasal dari sibori yang dicuri beberapa hari sebelumnya. Setelah dibersihkan dengan penuh hormat, Hosti-Hosti Kudus itu diarak kembali menuju Basilika Santo Fransiskus dalam prosesi besar yang diikuti seluruh warga Siena dengan doa, nyanyian, dan air mata syukur.
Mukjizat yang Baru Disadari

Pada awalnya para imam tidak menganggap telah terjadi mukjizat. Justru sebaliknya, mereka memperkirakan Hosti-Hosti tersebut lambat laun akan rusak. Mengingat kondisinya yang telah bercampur debu dan kotoran, Hosti tidak langsung dikonsumsi dalam Misa Kudus. Mereka dibersihkan seperlunya dan disimpan dengan hormat, sambil menunggu proses alami terjadi.
Namun hari demi hari berlalu. Minggu berganti bulan. Bulan berganti tahun. Hosti-Hosti itu tidak berubah.
Warnanya tetap cerah, bentuknya tetap utuh, bahkan masih mempertahankan aroma khas roti tak beragi yang baru dipanggang.
Fenomena inilah yang perlahan menyadarkan para Fransiskan bahwa mereka sedang menyaksikan sesuatu yang melampaui hukum alam.
Bertahan Melawan Waktu
Lima puluh tahun setelah peristiwa pencurian, pada 14 April 1780, Pemimpin Tertinggi Ordo Fransiskan Konventual, Pastor Carlo Vipera, membuka kembali sibori untuk melakukan pemeriksaan resmi.
Ia menghitung Hosti yang masih tersisa, mencicipi salah satunya, dan mendapati bahwa Hosti tersebut masih segar sebagaimana roti yang baru dibuat. Pada masa-masa sebelumnya sebagian Hosti memang telah dibagikan pada kesempatan-kesempatan khusus, sehingga jumlah yang tersisa saat itu adalah 230 Hosti. Sejak pemeriksaan tersebut, pembagian lebih lanjut dihentikan dan semua Hosti disimpan sebagai relik mukjizat.

Mukjizat yang Masih Berlangsung
Berbeda dengan banyak mukjizat yang hanya dikenang melalui catatan sejarah, Mukjizat Siena masih dapat disaksikan hingga sekarang.
Selama hampir tiga abad, Hosti-Hosti Kudus itu tetap mempertahankan ciri-ciri roti tak beragi, meskipun disimpan dalam kondisi biasa yang secara alami seharusnya menyebabkan pembusukan.
Bagi Gereja Katolik, Mukjizat Siena menjadi kesaksian yang terus berlangsung mengenai penghormatan terhadap Sakramen Mahakudus. Yang semula dibuang oleh pencuri sebagai benda yang tidak bernilai, kini justru menjadi salah satu relik Ekaristi yang paling dihormati di dunia.
Penelitian yang Berlangsung Selama Berabad-abad
Mukjizat Siena tidak hanya menjadi objek devosi umat, tetapi juga perhatian para ilmuwan dan otoritas Gereja.
Sejak tahun 1780, Hosti-Hosti Kudus telah menjalani serangkaian pemeriksaan resmi. Penelitian dilanjutkan pada tahun 1789, kemudian 1850, 1914, 1922, hingga rekognisi modern pada abad ke-21. Salah satu penelitian yang paling terkenal dilakukan pada tahun 1914 atas otorisasi Paus Santo Pius X, dipimpin oleh Prof. Siro Grimaldi, profesor kimia Universitas Siena. Hasilnya menyimpulkan bahwa tidak ditemukan penjelasan ilmiah yang mampu menerangkan mengapa Hosti-Hosti tersebut tetap berada dalam kondisi sangat baik setelah tersimpan selama ratusan tahun.
Baca juga: Penelitian Ilmiah Mukjizat Ekaristi Siena — Berisi kronologi lengkap pemeriksaan sejak tahun 1780, eksperimen pembanding menggunakan hosti biasa, laporan Prof. Siro Grimaldi, serta hasil-hasil penelitian ilmiah yang menjadikan Mukjizat Siena salah satu fenomena Ekaristi yang paling banyak diteliti dalam sejarah Gereja.
Di Siena, Tuhan tidak mengubah rupa Hosti Kudus menjadi daging dan darah. Ia membiarkan Hosti itu tetap tampak sebagai roti, namun tidak pernah tunduk pada hukum pembusukan. Seolah mengingatkan bahwa Dia yang hadir dalam Ekaristi tetap hidup, bahkan ketika waktu terus berlalu.
Baca juga: Penelitian Ilmiah Mukjizat Ekaristi Siena — Berisi kronologi lengkap pemeriksaan sejak tahun 1780, eksperimen pembanding menggunakan hosti biasa, laporan Prof. Siro Grimaldi, serta hasil-hasil penelitian ilmiah yang menjadikan Mukjizat Siena salah satu fenomena Ekaristi yang paling banyak diteliti dalam sejarah Gereja.
Referensi
-
Arcidiocesi di Siena – La storia del Prodigio Eucaristico
Sejarah resmi Mukjizat Ekaristi Siena yang diterbitkan oleh Keuskupan Agung Siena. Memuat kronologi lengkap sejak pencurian tahun 1730, rekognisi tahun 1780, 1789, 1799, 1815, 1854, penelitian ilmiah 1914, hingga rekognisi tahun 2014.
-
Arcidiocesi di Siena – Basilica di San Francesco
Halaman resmi basilika tempat Mukjizat Ekaristi Siena disimpan dan dihormati hingga saat ini.
-
Arcidiocesi di Siena – Adorazione Eucaristica davanti alle Sacre Particole
Berisi informasi mengenai devosi dan penghormatan terhadap Hosti Kudus yang masih disimpan di Basilika San Francesco.

